Menikah dan memiliki anak menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Lucunya, kebanyakan pasangan tak memikirkan jenis kelamin di kehamilan pertama.

Kebanyakan pasangan menyerahkan segala sesuatunya kepada sang pencipta, asalkan bayinya sehat.

Namun, hal ini menjadi berbeda ketika kehamilan kedua, tiga, bahkan keempat.

Biasanya, setelah anak pertama, pasangan mulai mengharapkan jenis kelamin tertentu. Baik laki-laki maupun perempuan kehamilan kedua dan seterusnya pasti sudah dalam perencanaan.

Keinginan mengatur jenis kelamin pada saat melakukan seks dengan pasangan pun biasanya diiringi sejumlah pendapat.

Ada yang bilang, jika ingin memiliki anak laki-laki harus melakukan posisi tertentu saat beruhubgan intim. Bahkan, harus menggunakan teknik pembuangan sperma pada bagian indung telur kiri atau kanan.

Menanggapi hal tersebut, dr Radius Adinegara SpOG dari RS Husada Jakarta menjelaskan, belum ada yang bisa membenarkan jika posisi tertentu dalam berhubungan seks bisa menentukan jenis kelamin yang diinginkan.

Bahkan Dr. Radius mengungkapkan, hal tersebut adalah mitos.

“Mitos. Posisi berhubungan sama sekali tidak mempengaruhi keberhasilan untuk kehamilan, atau jenis tertentu,” ujarnya kepada Nova.id

untitle-1

Iklan